Penemu Matematika dan Awal Perkembangan Matematika di Dunia
Penemu matematika untuk
pertama kalinya belum bisa dipastikan sampai saat ini. Namun untuk
pertama kalinya matematikawan pertama yang merumuskan teorema atau
proposisi adalah Thales (624-550 SM). Merujuk pada pemastian atas penemu matematika
yang sebenarnya, sehingga terjadi beberapa pangkajian atas sejarah dari
terbentuknya matematika. Cabang pengkajian yang dikenal sebagai sejarah
matematika adalah penyelidikan terhadap asal mula penemuan di dalam
matematika dan sedikit perluasannya, penyelidikan terhadap metode dan
notasi matematika pada masa silam.
![]() |
| Penemu Matematika |
Sebelum zaman modern dan penyebaran
ilmu pengetahuan ke seluruh dunia, contoh-contoh tertulis dari
pengembangan matematika telah mengalami kemilau hanya di beberapa
tempat. Tulisan matematika terkuno yang telah ditemukan adalah Plimpton
322 (matematika Babilonia sekitar 1900 SM), Lembaran Matematika Rhind
(Matematika Mesir sekitar 2000-1800 SM) dan Lembaran Matematika Moskwa
(matematika Mesir sekitar 1890 SM). Semua tulisan itu membahas teorema
yang umum dikenal sebagai teorema Pythagoras, yang tampaknya menjadi
pengembangan matematika tertua dan paling tersebar luas setelah
aritmetika dasar dan geometri.
Awal Perkembangan Matematika dari para Penemu Matematika di Dunia
Matematika Cina membuat sumbangan
dini, termasuk notasi posisional. Sistem bilangan Hindu-Arab dan aturan
penggunaan operasinya, digunakan hingga kini, mungkin dikembangakan
melalui kuliah pada milenium pertama Masehi di dalam matematika India
dan telah diteruskan ke Barat melalui matematika Islam. Matematika
Islam, pada gilirannya, mengembangkan dan memperluas pengetahuan
matematika ke peradaban ini. Banyak naskah berbahasa Yunani dan Arab
tentang matematika kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, yang
mengarah pada pengembangan matematika lebih jauh lagi di Zaman
Pertengahan Eropa.
Dari zaman kuno melalui Zaman
Pertengahan, ledakan kreativitas matematika seringkali diikuti oleh
abad-abad kemandekan. Bermula pada abad Renaisans Italia pada abad
ke-16, pengembangan matematika baru, berinteraksi dengan penemuan ilmiah
baru, dibuat pada pertumbuhan eksponensial yang berlanjut hingga kini.
Asal mula pemikiran dari penemu matematika
terletak di dalam konsep bilangan, besaran, dan bangun. Pengkajian
modern terhadap fosil binatang menunjukkan bahwa konsep ini tidak
berlaku unik bagi manusia. Konsep ini mungkin juga menjadi bagian
sehari-hari di dalam kawanan pemburu. Bahwa konsep bilangan berkembang
tahap demi tahap seiring waktu adalah bukti di beberapa bahasa zaman
kini mengawetkan perbedaan antara "satu", "dua", dan "banyak", tetapi
bilangan yang lebih dari dua tidaklah demikian.
Benda matematika tertua yang sudah
diketahui adalah tulang Lebombo, ditemukan di pegunungan Lebombo di
Swaziland dan mungkin berasal dari tahun 35000 SM. Tulang ini berisi 29
torehan yang berbeda yang sengaja digoreskan pada tulang fibula baboon.
Terdapat bukti bahwa kaum perempuan biasa menghitung untuk mengingat
siklus haid mereka; 28 sampai 30 goresan pada tulang atau batu, diikuti
dengan tanda yang berbeda. Juga artefak prasejarah ditemukan di Afrika
dan Perancis, dari tahun 35.000 SM dan berumur 20.000 tahun, menunjukkan
upaya dini untuk menghitung waktu.
Tulang Ishango, ditemukan di dekat
batang air Sungai Nil (timur laut Kongo), berisi sederetan tanda lidi
yang digoreskan di tiga lajur memanjang pada tulang itu. Tafsiran umum
adalah bahwa tulang Ishango menunjukkan peragaan terkuno yang sudah
diketahui tentang barisan bilangan prima atau kalender lunar enam bulan.
Periode Predinastik Mesir dari milenium ke-5 SM, secara grafis
menampilkan rancangan-rancangan geometris. Telah diakui bahwa bangunan
megalit di Inggris dan Skotlandia, dari milenium ke-3 SM, menggabungkan
gagasan-gagasan geometri seperti lingkaran, elips, dan tripel Pythagoras
di dalam rancangan mereka.
1. Matematika Babilonia
Matematika Babilonia merujuk pada
seluruh matematika yang dikembangkan oleh bangsa Mesopotamia (kini Iraq)
sejak permulaan Sumeria hingga permulaan peradaban helenistik. Dinamai
"Matematika Babilonia" karena peran utama kawasan Babilonia sebagai
tempat untuk belajar. Pada zaman peradaban helenistik Matematika
Babilonia berpadu dengan Matematika Yunani dan Mesir untuk membangkitkan
Matematika Yunani. Kemudian di bawah Kekhalifahan Islam, Mesopotamia,
terkhusus Baghdad, sekali lagi menjadi pusat penting pengkajian
Matematika Islam.
Bertentangan dengan langkanya sumber
penemu Matematika di Mesir, pengetahuan Matematika Babilonia diturunkan
dari lebih daripada 400 lempengan tanah liat yang digali sejak 1850-an.
Ditulis di dalam tulisan paku, lempengan ditulisi ketika tanah liat
masih basah, dan dibakar di dalam tungku atau dijemur di bawah terik
matahari. Beberapa di antaranya adalah karya rumahan.
2. Matematika Mesir
Matematika Mesir merujuk pada
matematika yang ditulis di dalam bahasa Mesir. Sejak peradaban
helenistik, Yunani menggantikan bahasa Mesir sebagai bahasa tertulis
bagi kaum terpelajar Bangsa Mesir, dan sejak itulah matematika Mesir
melebur dengan matematika Yunani dan Babilonia yang membangkitkan
Matematika helenistik. Pengkajian matematika di Mesir berlanjut di bawah
Khilafah Islam sebagai bagian dari matematika Islam, ketika bahasa Arab
menjadi bahasa tertulis bagi kaum terpelajar Mesir.
3. Matematika Cina
Matematika Cina permulaan adalah
berlainan bila dibandingkan dengan yang berasal dari belahan dunia lain,
sehingga cukup masuk akal bila dianggap sebagai hasil pengembangan yang
mandiri. Tulisan matematika yang dianggap tertua dari Cina adalah Chou
Pei Suan Ching, berangka tahun antara 1200 SM sampai 100 SM, meskipun
angka tahun 300 SM juga cukup masuk akal.
Peradaban terdini anak benua India
adalah Peradaban Lembah Indus yang mengemuka di antara tahun 2600 dan
1900 SM di daerah aliran Sungai Indus. Kota-kota mereka teratur secara
geometris, tetapi dokumen matematika yang masih terawat dari peradaban
ini belum ditemukan.
4. Matematika Vedanta
Matematika Vedanta dimulakan di
India sejak Zaman Besi. Shatapatha Brahmana (kira-kira abad ke-9 SM),
menghampiri nilai π, dan Sulba Sutras (kira-kira 800–500 SM) yang
merupakan tulisan-tulisan geometri yang menggunakan bilangan irasional,
bilangan prima, aturan tiga dan akar kubik; menghitung akar kuadrat dari
2 sampai sebagian dari seratus ribuan; memberikan metode konstruksi
lingkaran yang luasnya menghampiri persegi yang diberikan, menyelesaikan
persamaan linear dan kuadrat; mengembangkan tripel Pythagoras secara
aljabar, dan memberikan pernyataan dan bukti numerik untuk teorema
Pythagoras.
Penemu matematika di Yunani merujuk
pada matematika yang ditulis di dalam bahasa Yunani antara tahun 600 SM
sampai 300 M. Matematikawan Yunani tinggal di kota-kota sepanjang
Mediterania bagian timur, dari Italia hingga ke Afrika Utara, tetapi
mereka dibersatukan oleh budaya dan bahasa yang sama. Matematikawan
Yunani pada periode setelah Iskandar Agung kadang-kadang disebut
Matematika Helenistik.
5. Matematika Yunani
Matematika Yunani lebih berbobot
daripada matematika yang dikembangkan oleh kebudayaan-kebudayaan
pendahulunya. Semua naskah matematika pra-Yunani yang masih terpelihara
menunjukkan penggunaan penalaran induktif, yakni pengamatan yang
berulang-ulang yang digunakan untuk mendirikan aturan praktis.
Sebaliknya, matematikawan Yunani menggunakan penalaran deduktif. Bangsa
Yunani menggunakan logika untuk menurunkan simpulan dari definisi dan
aksioma, dan menggunakan kekakuan matematika untuk membuktikannya.
Sumbangan matematikawan Yunani
memurnikan metode-metode (khususnya melalui pengenalan penalaran
deduktif dan kekakuan matematika di dalam pembuktian matematika) dan
perluasan pokok bahasan matematika. Kata "matematika" itu sendiri
diturunkan dari kata Yunani kuno, μάθημα (mathema), yang berarti "mata
pelajaran".
Demikian penjelasan dari Penemu Matematika yang sampai saat ini belum diketahui pasti siapa yang pertama kali mencetuskan matematika di dunia, semoga bermanfaat.
Polya
(1985) mengartikan pemecahan masalah sebagai suatu usaha mencari jalan
keluar dari suatu kesulitan guna mencapai suatu tujuan yang tidak segera
dapat dicapai. Pemecahan masalah dalam hal ini (McGivney dan DeFranco,
1995) meliputi dua aspek, yaitu masalah menemukan (problem to find) dan masalah membuktikan (problem to prove).
Pemecahan masalah dapat juga diartikan sebagai penemuan langkah-langkah untuk mengatasi kesenjangan (gap) yang
ada. Sedangkan kegiatan pemecahan masalah itu sendiri merupakan
kegiatan manusia dalam menerapkan konsep-konsep dan aturan-aturan yang
diperoleh sebelumnya (Dahar, 1989; Dees, 1991).
Utari (1994)
menegaskan bahwa pemecahan masalah dapat berupa menciptakan ide baru,
menemukan teknik atau produk baru. Bahkan di dalam pembelajaran
matematika, selain pemecahan masalah mempunyai arti khusus, istilah
tersebut juga mempunyai interpretasi yang berbeda. Misalnya
menyelesaikan soal cerita atau soal yang tidak rutin dalam kehidupan
sehari-hari.
Dari sejumlah pengertian pemecahan masalah di atas,
dapat dikatakan bahwa pemecahan masalah merupakan usaha nyata dalam
rangka mencari jalan keluar atau ide berkenaan dengan tujuan yang ingin
dicapai. Pemecahan masalah ini adalah suatu proses kompleks yang
menuntut seseorang untuk mengkoordinasikan pengalaman, pengetahuan,
pemahaman, dan intuisi dalam rangka memenuhi tuntutan dari suatu
situasi. Sedangkan proses pemecahan masalah merupakan kerja memecahkan
masalah, dalam hal ini proses menerima tantangan yang memerlukan kerja
keras untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam istilah sederhana,
masalah adalah suatu perjalanan seseorang untuk mencapai solusi yang
diawali dari sebuah situasi tertentu.
MATEMATIKA SEBAGAI DASAR ILMU PENGETAHUAN?
Carl Friedrich Gauss mengatakan matematika sebagai
“Ratunya Ilmu Pengetahuan”. Di dalam bahasa aslinya, Latin Regina
Scientiarum, juga di dalam bahasa
Jerman Königin der Wissenschaften, kata yang bersesuaian
denganilmu pengetahuan berarti (lapangan) pengetahuan. Jelas,
inipun arti asli di dalam bahasa Inggris, dan tiada keraguan bahwa matematika
di dalam konteks ini adalah sebuah ilmu pengetahuan. Pengkhususan yang
mempersempit makna menjadi ilmu pengetahuan alam adalah di
masa terkemudian.
Bila
seseorang memandang ilmu pengetahuan hanya terbatas pada
dunia fisika, maka matematika, atau sekurang-kurangnya matematika
murni, bukanlah ilmu pengetahuan. Albert
Einstein menyatakan bahwa “sejauh hukum-hukum
matematika merujuk kepada kenyataan, maka mereka tidaklah pasti; dan sejauh
mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan.“
Banyak filsuf yakin bahwa matematika tidaklah terpalsukan berdasarkan percobaan, dan
dengan demikian bukanlah ilmu pengetahuan per definisi Karl
Popper. Tetapi, di dalam karya penting tahun 1930-an tentang
logika matematika menunjukkan bahwa matematika tidak bisa direduksi menjadi
logika, dan Karl Popper menyimpulkan bahwa “sebagian besar teori matematika,
seperti halnya fisika dan biologi,
adalah hipotetis-deduktif: oleh karena itu matematika menjadi
lebih dekat ke ilmu pengetahuan alam yang hipotesis-hipotesisnya adalah
konjektur (dugaan), lebih daripada sebagai hal yang baru.” Para bijak
bestari lainnya, sebut saja Imre Lakatos, telah menerapkan satu versi pemalsuan kepada
matematika itu sendiri.
Matematika adalah raja dari segala ilmu pengetahuan.
Ungkapan tersebut dikarenakan dalm proses pembelajaran metematika, secara sadar
kita akan melatih kemampuan berpikir kritis, logis, analitis, dan sistematis.
hal tersebut juga menjadi sebab mengapa matematika diperkenalkan sejak kita
balita, bahkan sebelumnya, agak pikiran kita terkonsep dan mampu memecahkan
masalah dalam kehidupan sehari-hari. sebenarnya, jika ditafsirkan secara umum,
tujuan pembelajaran matematika adalah untuk membentuk pola berpikir seseorang
sehingga bisa berpikir kritis, logis dan sistematis. Banyak sekali menfaat dari
ilmu yang satu ini, dan kebanyakan berhubungan langsung (dapat dipraktekkan
secara langsung) dalam kehidupan sehari-hari. Istilah jembatan ilmu pengetahuan
dan teknologi sangatlah pandas dilontarkan kepada ilmu Matematika. Sebagai
contoh, kemajuan yang pesat sekarang pada bidang Informasi dan tekhnologi luar
angkasa bisa dikatakan karena kemajuan bidang ilmu fisika. Tetapi, fisika tanpa
matematika sama saja dengan manusia tanpa tangan dan kaki, Ia hanya siap
bekerja namun tidak dapat malakukannya. berbagai kemajuan dalam teknologi
berawal dari berbagai penemuan baru yang merintisnya dan setelah itu
dikembangkan terus menerus tanpa batasan kepuasan, karena memang sifat manusia
yang tidak pernah puas. Kemajuan teknologi sekarang ini seharusnya menjadi
motivator kita untuk lebih mengembangkan apa yang ada di sekitar kita,khususnya
dalam bidang teknologi. Di era globalisasi ini hampir semua kegiatan yang di
lakukan manusia tidak lepas dari penggunaan teknologi, kebanyakan aplikasi dan
penggunaan secara maksimal terjadi di negara-negara maju seperti Amerika
serikat, Jepang, dll karena selain efisien, penggunaan TI juga sangat praktis
dibandingkan dengan manual. namun pada negara berkembang pemanfaatannya belum
maksimal, hal tersebut mungkin karena keterbatasan dana, SDM maupun hal lain
yang belum mendukung.
Dalam perkembangan teknologi informatika, matematika memberikan kontribusi
tersendiri. Berbagai aplikasi dan program di komputer tidak lepas dari
penerapan aplikasi matematika, diantaranya adalah operasi Aljabar Boolean,
teori graf, matematika diskrit, logika simbolik, peluang dan statistika.
Teknologi yang semakin berkembang ini menunjukkan perkembangan manusia dalam
menerapkan aplikasi matematika dalam mengembangkan bidang lain.Salah satu
contohnya adalah penerapan matematika diskrit dalam pengembangan teknologi
komputer. Matematika diskrit adalah nama lazim untuk lapangan matematika yang
paling berguna di dalam ilmu komputer teoretis. Ini menyertakan teori
komputabilitas, teori kompleksitas komputasional, dan teori informasi. Teori
komputabilitas memeriksa batasan-batasan berbagai model teoretis komputer,
termasuk model yang dikenal paling berdaya – Mesin turing. Teori kompleksitas
adalah pengkajian traktabilitas oleh komputer; beberapa masalah, meski secara
teoretis terselesaikan oleh komputer, tetapi cukup mahal menurut konteks waktu
dan ruang, tidak dapat dikerjakan secara praktis, bahkan dengan cepatnya
kemajuan perangkat keras komputer.
Perkembangan dalam lingkup memori juga merupakan bagian dari kontribusi
matematika dalam Komunikasi dan teknologi informasi. Memori menyimpan berbagai
bentuk informasi sebagai angka biner. Informasi yang belum berbentuk biner akan
dipecahkan dengan sejumlah instruksi yang mengubahnya menjadi sebuah angka atau
urutan angka-angka. Selain itu matematika mengajarkan kita untuk berpikir
kritis, bagaimana agar teknologi itu terus berkembang sejalan dengan
berkembangnya ilmu matematika. Pengolahan angka-angka dalam matematika
membentuk suatu rumus pemrograman yang digunakan dalam pengembangan ilmu
komputer.Teknik informatika dan matematika sangat erat hubungannya. Karena inti
dasar teknik informatika adalah pembuatan software dan di dalam pembuatannya
itu membutuhkan perhitungan dan logika yang pasti. Oleh karena itu, matematika
sangat penting dalam rangka sebagai dasar dan pengembangan dalam majunyat
teknik informatika khususnya pembuatan software. Dalam pembuatan software
tersebut menggunakan system bilangan biner dan kode bilangan. Semua disusun
dengan urutan tertentu sehingga menghasilkan suatu software yang dapat
diguanakan untuk mempermudah aktivitas kita. Disamping itu, untuk membuat suatu
pemrograman di komputer, kita harus menggunakan algoritma. Algoritma itu
sendiri adalah langkah sistematis yang mengikuti kaidah logika.Perkembangan
ilmu matematika itu sendiri sebenarnya memberi umpan balik pada perkembangan
teknologi informatika.Perkembangan teknik informatika juga akan mempermudah
pengolahan perhitungan matematika menjadi lebih sistematis.
Sebagai salah satu contoh wajah kontribusi tersebut seperti yang dipersembahkan
oleh Charles Babbage yang merupakan salah seorang ilmuwan matematika, yang
telah banyak memberikan karyanya pada kehidupan manusia, khususnya bidang
komputer. Mesin penghitung (Difference Engine no.1) yang ditemukan oleh Charles
Babbage (1791-1871) adalah salah satu icon yang paling terkenal dalam sejarah
perkembangan komputer dan merupakan kalkulator otomatis pertama. Babbage juga
terkenal dengan julukan bapak komputer. The Charles Babbage Foundation memakai
namanya untuk menghargai kontribusinya terhadap dunia komputer.
Mengapa Matematika
Dianggap Sulit?
Bagi kebanyakan pelajar Indonesia, matematika adalah mata pelajaran yang
dianggap sangat sulit. Ini terbukti dari survei yang dilakukan oleh
Programme for International Student Assessment (PISA) di bawah
Organization Economic Cooperation and Development (OECD) yang dilakukan
pada 65 negara di dunia tahun 2012 lalu, mengatakan bahwa kemampuan
matematika siswa-siswi di Indonesia menduduki peringkat bawah dengan
skor 375. Kurang dari 1 persen siswa Indonesia yang memiliki kemampuan
bagus di bidang matematika. Ini adalah pernyataan yang sangat
memprihatinkan bagi dunia pendidikan Indonesia.
Matematika mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan
sehari-hari. Contoh nyata dalam hal transaksi jual-beli yang sering
dilakukan oleh setiap orang, pasti menggunakan unsur-unsur berhitung
yang ada di dalam matematika. Dengan belajar matematika juga, secara
tidak langsung melatih seseorang untuk berfikir secara rasional dan
lebih menggunakan logika. Matematika juga sangat berperan penting dalam
bidang teknologi dan ilmu sains. Akan tetapi, nyatanya bagi para
pelajar, sebagian besar merasa malas, tidak tertarik bahkan kalau bisa
mereka ingin menghindar dari mata pelajaran tersebut. Mengapa demikian?
Matematika dianggap sebagai pelajaran yang sulit karena para pelajar
sudah menjudge bahwa matematika itu sulit dan rumit karena selalu
berhubungan dengan angka, rumus dan hitung-menghitung. Mereka pun tidak
berniat untuk mempelajarinya, kecuali karena tuntutan materi. Pemikiran
awal seseorang yang seperti itu jelas akan memengaruhi terhadap
penguasaan matematika seseorang karena sebelumnya sudah ada rasa takut
tidak bisa memahami pelajaran matematika dan malas. Mereka sudah
terlebih dahulu tidak tertarik dengan matematika sebelum mencobanya.
Faktor lainnya terlihat dari bagaimana sikap dan penampilan guru
matematika kepada murid-muridnya. Beberapa penampilan guru matematika
yang terlihat menyeramkan atau yang sering disebut guru killer dan suka
menghukum ketika ada yang tidak mengerjakan tugas atau tidak paham
beberapa materi, juga menjadi salah satu penyebab mereka tidak menyukai
matematika. Terkadang, beberapa pengajar matematika juga kurang
menyampaikan materinya dengan baik dan dapat dipahami oleh para pelajar.
Ada juga pengajar yang pilih kasih karena memerhatikan dan melibatkan
anak-anak yang terlihat pintar saja dalam mengerjakan suatu soal
matematika. Padahal setiap anak butuh perhatian dan dilibatkan agar
anak-anak dekat dan menyukai guru tersebut. Jika awalnya saja sudah
tidak menyukai gurunya, bagaimana mereka bisa menyukai pelajaran
tersebut?
Pendapat dari para senior yang mengatakan bahwa matematika itu sulit,
juga memengaruhi pemikiran seorang pelajar. Mereka beranggapan bahwa
para senior sudah lebih berpengalaman dalam mempelajari matematika.
Akibatnya, ada rasa takut tidak akan paham materi-materi yang akan
dipelajari karena sudah terbayang pendapat para senior atau kakak kelas
yang sudah terlebih dahulu mempelajari materi-materi tersebut.
Pendapat-pendapat tersebut akan menjadi anggapan turun-temurun untuk
para generasi selanjutnya bahwa matematika itu memang pelajaran yang
sulit.
Kemampuan para pelajar Indonesia dalam bidang matematika memang harus
diperhatikan dengan serius oleh setiap yang terlibat dalam dunia
pendidikan Indonesia. Jika dilihat dalam kehidupan sehari-hari,
pelajaran matematika memang termasuk pelajaran yang dianggap sangat
sulit bagi para pelajar. Hal ini disebabkan para pelajar sudah
dibayang-bayangi dengan rumitnya hitung-menghitung, berurusan dengan
angka dan berbagai rumus. Mereka sudah merasa malas bahkan tidak
tertarik dengan pelajaran tersebut sebelum berusaha mempelajarinya.
Belum lagi jika sudah melihat dan mengetahui bahwa guru matematika yang
mengajar mereka terkenal galak atau sering disebut killer, bertambahlah
rasa tidak tertarik mereka terhadap pelajaran tersebut. Banyak senior
juga yang memberikan pendapat bahwa matematika itu memang pelajaran yang
sulit berdasarkan apa yang sudah mereka pelajari yang mempengaruhi pola
pikir para pelajar. Akhirnya, pendapat yang mengatakan bahwa matematika
itu pelajaran yang sulit selalu menjadi anggapan turun-temurun oleh
para pelajar dari generasi ke generasi.
Sebenarnya, matematika itu bukanlah suatu pelajaran yang menakutkan atau
sulit, bahkan mengasyikan jika benar-benar mau berusaha dan berlatih.
Saya adalah salah satu orang yang menyukai pelajaran tersebut. Saya
bukanlah orang yang sangat mahir dalam pelajaran tersebut, tetapi rasa
penasaran dalam memecahkan suatu masalah dalam soal matematika membuat
saya tertarik dengan pelajaran tersebut dan berusaha memahami
materi-materi yang ada dalam matematika. Mungkin memang ada beberapa
guru yang terlihat killer dan membuat setiap para pelajar yang
melihatnya merasa takut dan tidak tertarik untuk memahami materi yang
diajarkan olehnya, tetapi jika mau berusaha dan terlihat rajin, guru
tersebut pun pasti akan menghargai setiap usaha dan akhirnya matematika
pun menjadi pelajaran yang disukai.
Dibutuhkan ketekunan dan rajin berlatih dari para pelajar untuk memahami
berbagai macam materi yang ada di dalam matematika. Para pelajar pun
tidak perlu memikirkan pendapat orang lain yang beranggapan bahwa
matematika itu pelajaran yang sulit karena yang diperlukan untuk
memahami matematika adalah banyak berlatih. Kerjakan soal mulai dari
soal yang lebih mudah, lalu dilanjutkan ke tingkat yang lebih sulit.
Percayalah, ketika kita mengerjakan satu saja soal matematika, lalu kita
menemukan jawabannya, akan ada kepuasan di dalam hati yang membuat kita
lebih bersemangat untuk mengerjakan soal lain dengan tingkat yang lebih
sulit.
Para guru juga harus memikirkan bagaimana cara mengajar yang
menyenangkan dan mudah dipahami para pelajar. Para guru harus memikirkan
bagaimana metode belajar yang bisa membuat setiap pelajar merasa senang
dan menyukai guru tersebut. Setiap pelajar pun mempunyai kemampuan yang
berbeda-beda dalam menyerap materi-materi yang diajarkan. Untuk itu,
perlu kesabaran dari para guru dalam mengajarkan para pelajar yang
memiliki berbagai macam perbedaan tersebut. Dekati dan ajaklah mereka
untuk berpartisipasi dalam setiap materi yang sedang diajarkan secara
bergilir dan jangan hanya melibatkan anak yang terlihat pintar saja,
buatlah matematika menjadi pelajaran yang menarik untuk mereka.
Harapan saya semoga kemampuan pelajar Indonesia di bidang matematika
semakin meningkat dan lebih banyak yang menyukainya dibanding yang
menganggap bahwa matematika itu pelajaran yang sulit. Saya juga berharap
para guru, orang tua dan para pelajar itu sendiri bersama-sama
berpartisipasi dalam kemajuan pendidikan Indonesia, terutama di bidang
matematika. Saya pun sebagai mahasiswi yang berada di jurusan Pendidikan
Guru Sekolah Dasar, akan berusaha mewujudkan cita-cita saya sebagai
guru sekolah dasar untuk mengajarkan pelajaran matematika kepada para
pelajar Indonesia mulai dari usia dini, yaitu dengan menjadi guru
sekolah dasar. HIDUP PENDIDIKAN INDONESIA!
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rahayulala/mengapa-matematika-dianggap-sulit_54f677b4a33311e6048b4d86
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rahayulala/mengapa-matematika-dianggap-sulit_54f677b4a33311e6048b4d86
Mengapa Matematika
Dianggap Sulit?
Bagi kebanyakan pelajar Indonesia, matematika adalah mata pelajaran yang
dianggap sangat sulit. Ini terbukti dari survei yang dilakukan oleh
Programme for International Student Assessment (PISA) di bawah
Organization Economic Cooperation and Development (OECD) yang dilakukan
pada 65 negara di dunia tahun 2012 lalu, mengatakan bahwa kemampuan
matematika siswa-siswi di Indonesia menduduki peringkat bawah dengan
skor 375. Kurang dari 1 persen siswa Indonesia yang memiliki kemampuan
bagus di bidang matematika. Ini adalah pernyataan yang sangat
memprihatinkan bagi dunia pendidikan Indonesia.
Matematika mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan
sehari-hari. Contoh nyata dalam hal transaksi jual-beli yang sering
dilakukan oleh setiap orang, pasti menggunakan unsur-unsur berhitung
yang ada di dalam matematika. Dengan belajar matematika juga, secara
tidak langsung melatih seseorang untuk berfikir secara rasional dan
lebih menggunakan logika. Matematika juga sangat berperan penting dalam
bidang teknologi dan ilmu sains. Akan tetapi, nyatanya bagi para
pelajar, sebagian besar merasa malas, tidak tertarik bahkan kalau bisa
mereka ingin menghindar dari mata pelajaran tersebut. Mengapa demikian?
Matematika dianggap sebagai pelajaran yang sulit karena para pelajar
sudah menjudge bahwa matematika itu sulit dan rumit karena selalu
berhubungan dengan angka, rumus dan hitung-menghitung. Mereka pun tidak
berniat untuk mempelajarinya, kecuali karena tuntutan materi. Pemikiran
awal seseorang yang seperti itu jelas akan memengaruhi terhadap
penguasaan matematika seseorang karena sebelumnya sudah ada rasa takut
tidak bisa memahami pelajaran matematika dan malas. Mereka sudah
terlebih dahulu tidak tertarik dengan matematika sebelum mencobanya.
Faktor lainnya terlihat dari bagaimana sikap dan penampilan guru
matematika kepada murid-muridnya. Beberapa penampilan guru matematika
yang terlihat menyeramkan atau yang sering disebut guru killer dan suka
menghukum ketika ada yang tidak mengerjakan tugas atau tidak paham
beberapa materi, juga menjadi salah satu penyebab mereka tidak menyukai
matematika. Terkadang, beberapa pengajar matematika juga kurang
menyampaikan materinya dengan baik dan dapat dipahami oleh para pelajar.
Ada juga pengajar yang pilih kasih karena memerhatikan dan melibatkan
anak-anak yang terlihat pintar saja dalam mengerjakan suatu soal
matematika. Padahal setiap anak butuh perhatian dan dilibatkan agar
anak-anak dekat dan menyukai guru tersebut. Jika awalnya saja sudah
tidak menyukai gurunya, bagaimana mereka bisa menyukai pelajaran
tersebut?
Pendapat dari para senior yang mengatakan bahwa matematika itu sulit,
juga memengaruhi pemikiran seorang pelajar. Mereka beranggapan bahwa
para senior sudah lebih berpengalaman dalam mempelajari matematika.
Akibatnya, ada rasa takut tidak akan paham materi-materi yang akan
dipelajari karena sudah terbayang pendapat para senior atau kakak kelas
yang sudah terlebih dahulu mempelajari materi-materi tersebut.
Pendapat-pendapat tersebut akan menjadi anggapan turun-temurun untuk
para generasi selanjutnya bahwa matematika itu memang pelajaran yang
sulit.
Kemampuan para pelajar Indonesia dalam bidang matematika memang harus
diperhatikan dengan serius oleh setiap yang terlibat dalam dunia
pendidikan Indonesia. Jika dilihat dalam kehidupan sehari-hari,
pelajaran matematika memang termasuk pelajaran yang dianggap sangat
sulit bagi para pelajar. Hal ini disebabkan para pelajar sudah
dibayang-bayangi dengan rumitnya hitung-menghitung, berurusan dengan
angka dan berbagai rumus. Mereka sudah merasa malas bahkan tidak
tertarik dengan pelajaran tersebut sebelum berusaha mempelajarinya.
Belum lagi jika sudah melihat dan mengetahui bahwa guru matematika yang
mengajar mereka terkenal galak atau sering disebut killer, bertambahlah
rasa tidak tertarik mereka terhadap pelajaran tersebut. Banyak senior
juga yang memberikan pendapat bahwa matematika itu memang pelajaran yang
sulit berdasarkan apa yang sudah mereka pelajari yang mempengaruhi pola
pikir para pelajar. Akhirnya, pendapat yang mengatakan bahwa matematika
itu pelajaran yang sulit selalu menjadi anggapan turun-temurun oleh
para pelajar dari generasi ke generasi.
Sebenarnya, matematika itu bukanlah suatu pelajaran yang menakutkan atau
sulit, bahkan mengasyikan jika benar-benar mau berusaha dan berlatih.
Saya adalah salah satu orang yang menyukai pelajaran tersebut. Saya
bukanlah orang yang sangat mahir dalam pelajaran tersebut, tetapi rasa
penasaran dalam memecahkan suatu masalah dalam soal matematika membuat
saya tertarik dengan pelajaran tersebut dan berusaha memahami
materi-materi yang ada dalam matematika. Mungkin memang ada beberapa
guru yang terlihat killer dan membuat setiap para pelajar yang
melihatnya merasa takut dan tidak tertarik untuk memahami materi yang
diajarkan olehnya, tetapi jika mau berusaha dan terlihat rajin, guru
tersebut pun pasti akan menghargai setiap usaha dan akhirnya matematika
pun menjadi pelajaran yang disukai.
Dibutuhkan ketekunan dan rajin berlatih dari para pelajar untuk memahami
berbagai macam materi yang ada di dalam matematika. Para pelajar pun
tidak perlu memikirkan pendapat orang lain yang beranggapan bahwa
matematika itu pelajaran yang sulit karena yang diperlukan untuk
memahami matematika adalah banyak berlatih. Kerjakan soal mulai dari
soal yang lebih mudah, lalu dilanjutkan ke tingkat yang lebih sulit.
Percayalah, ketika kita mengerjakan satu saja soal matematika, lalu kita
menemukan jawabannya, akan ada kepuasan di dalam hati yang membuat kita
lebih bersemangat untuk mengerjakan soal lain dengan tingkat yang lebih
sulit.
Para guru juga harus memikirkan bagaimana cara mengajar yang
menyenangkan dan mudah dipahami para pelajar. Para guru harus memikirkan
bagaimana metode belajar yang bisa membuat setiap pelajar merasa senang
dan menyukai guru tersebut. Setiap pelajar pun mempunyai kemampuan yang
berbeda-beda dalam menyerap materi-materi yang diajarkan. Untuk itu,
perlu kesabaran dari para guru dalam mengajarkan para pelajar yang
memiliki berbagai macam perbedaan tersebut. Dekati dan ajaklah mereka
untuk berpartisipasi dalam setiap materi yang sedang diajarkan secara
bergilir dan jangan hanya melibatkan anak yang terlihat pintar saja,
buatlah matematika menjadi pelajaran yang menarik untuk mereka.
Harapan saya semoga kemampuan pelajar Indonesia di bidang matematika
semakin meningkat dan lebih banyak yang menyukainya dibanding yang
menganggap bahwa matematika itu pelajaran yang sulit. Saya juga berharap
para guru, orang tua dan para pelajar itu sendiri bersama-sama
berpartisipasi dalam kemajuan pendidikan Indonesia, terutama di bidang
matematika. Saya pun sebagai mahasiswi yang berada di jurusan Pendidikan
Guru Sekolah Dasar, akan berusaha mewujudkan cita-cita saya sebagai
guru sekolah dasar untuk mengajarkan pelajaran matematika kepada para
pelajar Indonesia mulai dari usia dini, yaitu dengan menjadi guru
sekolah dasar. HIDUP PENDIDIKAN INDONESIA!
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rahayulala/mengapa-matematika-dianggap-sulit_54f677b4a33311e6048b4d86
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rahayulala/mengapa-matematika-dianggap-sulit_54f677b4a33311e6048b4d86
MengapaPelajaranMatematika Dianggap Susah?
Tak bisa dipungkiri lagi pelajaran
matematika sangatlah penting buat mencari pekerjaan. Apakah bisa
dibayangkan jika arsitek tidak punya kemampuan menghitung bangunan?atau
manajer yang tidak mempunyai kemampuan untuk menghitung uang untuk
kelanjutan perusahaannya? yang pasti dunia akan terasa aneh jika tidak
ada matematika. Tidak akan ada Jam, Gadget gadget canggih jaman sekarang
dan yang pasti yang paling fatal adalah tidak adanya alat jual beli
seperti uang. Tetapi dimata umum matematika adalah hal yang susah bagi
seorang murid murid sekolahan termasuk saya. Kenapa?
Pelajaran matematika pastinya sudah
sangat lama di Indonesia,mungkin sebelum saya lahir sudah ada matematika
tapi dengan nama yang lain. Tetapi kenapa matematika dianggap “selalu”
susah dan membingungkan bagi para murid? Dari hasil survei saya di
sekolah ternyata penyebab pelajaran matematika sulit sebagian besar ada 2
bagian, yaitu : Karena banyaknya angka jadi membuat ruet dan tidak adanya variasi yang menyenangkan dalam pembelajaran.
Memang kalau tanpa angka tidak mungkin
bisa disebut pelajaran matematika. Tetapi yang membuat saya bingung
sekaligus setuju adalah pilihan yang kedua! tidak adanya variasi yang
menyenangkan itulah yang membuat siswa siswa tidak begitu senang akan
adanya matematika. Sayapun sering berfikir kenapa saya belajar
matematika terus menerus?apakah aljabar,aritmatika atau yang lain benar
benar bermanfaat bagi kehidupan nanti?sepertinya banyak juga yang
berfikiran seperti saya.
Mungkin sebaiknya para guru lebih membuat
kelas semenyenangkan mungkin,dengan cara lebih banyak membuat
perumpamaan matematika dalam kehidupan nyata, sedikit hiburan atau yang
lainnya. menurut saya sebagai siswa pastinya itu sangat mendorong saya
sebagai siswa untuk belajar lebih giat dan menyenangkan.
Matematika SEbagai Ilmu Terstruktur
Matematika mempelajari tentang pola
keteraturan, tentang struktur yang terorganisasikan. Hal ini dimulai dari unsur
– unsur yang tidak terdefinisikan (underfined terms, basic terms, primitive
terms), kemudian pada unsure yang didefinisikan, ke aksioma / postulat, dan
akhir nya pada teorema (Ruseffendi, 1980 : 50). Konsep-konsep matematika tersusun
secara hierarkis, terstruktur, logis, dan sistematis mulai dari konsep yang
paling sederhana sampai pada konsep yang paling kompleks. Dalam matematika
terdapat topik atau konsep prasyarat sebagai dasar untuk menemani topik atau
konsep-konsep selanjutnya.
Kita ambil contoh
yaitu dalam geometri. Pada geometri terdapat unsur-unsur seperti titik, garis,
lengkung, dan bidang. Titik dalam matematika diasumsikan ada, tetapitidak
dinyatakan dalam suatu hal yang tepat untuk menjelaskannya. Sebab titik adalah suatu
obyek matematika tidak didefiniskan. Suatu titik digambarkan hanya untuk
membantu pemikirna kita saja. Meskipun demikian kita sepakat bahwa titik itu
ada. Lengkung kita peroleh bila mulai dari suatu titik tertentu kita membuat
suatu jalan dengan alat tulis sampai di suatu titik tertentu kita membuat suatu
jalan dengan alat tulis sampai di suatu titik lain atau kembali lagi sampai ke
titik asal. Sedangkan bidang adalah sesuatu yang bentuknya datar dan tidak
mempunyai batas pinggirs. Titik lengkungan, dan bidang itu termasuk ke dalam
unsure primitif yang eksistensinya diakui ada. Tanpa pemikiran semacam itu matematika
tidak akan terwujud.
Dari unsur-unsur yang
tidak terdefinisi itu selanjutnya dapat dibentuk unsur-unsur matematika yang
terdefinisi. Misalnya : Segitiga adalag lengkungan tertutup sederhana yang
merupakan gabungan dari tiga buah segmen garis. Dari unsur-unsur yang tidak
terdefinisi dan unsur-unsur terdefinisi dapat diabut asumsi-asumsi yang
dikenaldengan aksioma atau postulat. Misalnya : melalui sebuah titik sebarang
hanya dapat dibuat sebuah garus ke suatu titik lain. Tahap selanjutnya, dari
unsure-unsur yang tidak terdefinisi, unsure-unsur yang terdefinisi, atau
aksioma/postulat dapat disusun teorema-teorema yang kebenarannya harus dibuktikan
secara deduktif dan secara umum. Misalnya: Jumlah ketiga sudut dalam sebuag
segitiga besarnya 180 derajat. Dari teorema yang sudah terbentuk dapat
dirumuskan lagi teorema baru sebagai pengembangan atau perluasannya.
Itulah salah satu
contoh yang memperlihatkan bahwa matematika jelas merupakan ilmu pengetahuan
mengenai struktur yang terorganisasi dengan baik, dan memang bahwa semua
struktur dalam matematika diorganisasikan dengan sistematis dalam rangkaian
urutan yang logis.
Mengapa Matematika
Dianggap Sulit?
Bagi kebanyakan pelajar Indonesia, matematika adalah mata pelajaran yang
dianggap sangat sulit. Ini terbukti dari survei yang dilakukan oleh
Programme for International Student Assessment (PISA) di bawah
Organization Economic Cooperation and Development (OECD) yang dilakukan
pada 65 negara di dunia tahun 2012 lalu, mengatakan bahwa kemampuan
matematika siswa-siswi di Indonesia menduduki peringkat bawah dengan
skor 375. Kurang dari 1 persen siswa Indonesia yang memiliki kemampuan
bagus di bidang matematika. Ini adalah pernyataan yang sangat
memprihatinkan bagi dunia pendidikan Indonesia.
Matematika mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan
sehari-hari. Contoh nyata dalam hal transaksi jual-beli yang sering
dilakukan oleh setiap orang, pasti menggunakan unsur-unsur berhitung
yang ada di dalam matematika. Dengan belajar matematika juga, secara
tidak langsung melatih seseorang untuk berfikir secara rasional dan
lebih menggunakan logika. Matematika juga sangat berperan penting dalam
bidang teknologi dan ilmu sains. Akan tetapi, nyatanya bagi para
pelajar, sebagian besar merasa malas, tidak tertarik bahkan kalau bisa
mereka ingin menghindar dari mata pelajaran tersebut. Mengapa demikian?
Matematika dianggap sebagai pelajaran yang sulit karena para pelajar
sudah menjudge bahwa matematika itu sulit dan rumit karena selalu
berhubungan dengan angka, rumus dan hitung-menghitung. Mereka pun tidak
berniat untuk mempelajarinya, kecuali karena tuntutan materi. Pemikiran
awal seseorang yang seperti itu jelas akan memengaruhi terhadap
penguasaan matematika seseorang karena sebelumnya sudah ada rasa takut
tidak bisa memahami pelajaran matematika dan malas. Mereka sudah
terlebih dahulu tidak tertarik dengan matematika sebelum mencobanya.
Faktor lainnya terlihat dari bagaimana sikap dan penampilan guru
matematika kepada murid-muridnya. Beberapa penampilan guru matematika
yang terlihat menyeramkan atau yang sering disebut guru killer dan suka
menghukum ketika ada yang tidak mengerjakan tugas atau tidak paham
beberapa materi, juga menjadi salah satu penyebab mereka tidak menyukai
matematika. Terkadang, beberapa pengajar matematika juga kurang
menyampaikan materinya dengan baik dan dapat dipahami oleh para pelajar.
Ada juga pengajar yang pilih kasih karena memerhatikan dan melibatkan
anak-anak yang terlihat pintar saja dalam mengerjakan suatu soal
matematika. Padahal setiap anak butuh perhatian dan dilibatkan agar
anak-anak dekat dan menyukai guru tersebut. Jika awalnya saja sudah
tidak menyukai gurunya, bagaimana mereka bisa menyukai pelajaran
tersebut?
Pendapat dari para senior yang mengatakan bahwa matematika itu sulit,
juga memengaruhi pemikiran seorang pelajar. Mereka beranggapan bahwa
para senior sudah lebih berpengalaman dalam mempelajari matematika.
Akibatnya, ada rasa takut tidak akan paham materi-materi yang akan
dipelajari karena sudah terbayang pendapat para senior atau kakak kelas
yang sudah terlebih dahulu mempelajari materi-materi tersebut.
Pendapat-pendapat tersebut akan menjadi anggapan turun-temurun untuk
para generasi selanjutnya bahwa matematika itu memang pelajaran yang
sulit.
Kemampuan para pelajar Indonesia dalam bidang matematika memang harus
diperhatikan dengan serius oleh setiap yang terlibat dalam dunia
pendidikan Indonesia. Jika dilihat dalam kehidupan sehari-hari,
pelajaran matematika memang termasuk pelajaran yang dianggap sangat
sulit bagi para pelajar. Hal ini disebabkan para pelajar sudah
dibayang-bayangi dengan rumitnya hitung-menghitung, berurusan dengan
angka dan berbagai rumus. Mereka sudah merasa malas bahkan tidak
tertarik dengan pelajaran tersebut sebelum berusaha mempelajarinya.
Belum lagi jika sudah melihat dan mengetahui bahwa guru matematika yang
mengajar mereka terkenal galak atau sering disebut killer, bertambahlah
rasa tidak tertarik mereka terhadap pelajaran tersebut. Banyak senior
juga yang memberikan pendapat bahwa matematika itu memang pelajaran yang
sulit berdasarkan apa yang sudah mereka pelajari yang mempengaruhi pola
pikir para pelajar. Akhirnya, pendapat yang mengatakan bahwa matematika
itu pelajaran yang sulit selalu menjadi anggapan turun-temurun oleh
para pelajar dari generasi ke generasi.
Sebenarnya, matematika itu bukanlah suatu pelajaran yang menakutkan atau
sulit, bahkan mengasyikan jika benar-benar mau berusaha dan berlatih.
Saya adalah salah satu orang yang menyukai pelajaran tersebut. Saya
bukanlah orang yang sangat mahir dalam pelajaran tersebut, tetapi rasa
penasaran dalam memecahkan suatu masalah dalam soal matematika membuat
saya tertarik dengan pelajaran tersebut dan berusaha memahami
materi-materi yang ada dalam matematika. Mungkin memang ada beberapa
guru yang terlihat killer dan membuat setiap para pelajar yang
melihatnya merasa takut dan tidak tertarik untuk memahami materi yang
diajarkan olehnya, tetapi jika mau berusaha dan terlihat rajin, guru
tersebut pun pasti akan menghargai setiap usaha dan akhirnya matematika
pun menjadi pelajaran yang disukai.
Dibutuhkan ketekunan dan rajin berlatih dari para pelajar untuk memahami
berbagai macam materi yang ada di dalam matematika. Para pelajar pun
tidak perlu memikirkan pendapat orang lain yang beranggapan bahwa
matematika itu pelajaran yang sulit karena yang diperlukan untuk
memahami matematika adalah banyak berlatih. Kerjakan soal mulai dari
soal yang lebih mudah, lalu dilanjutkan ke tingkat yang lebih sulit.
Percayalah, ketika kita mengerjakan satu saja soal matematika, lalu kita
menemukan jawabannya, akan ada kepuasan di dalam hati yang membuat kita
lebih bersemangat untuk mengerjakan soal lain dengan tingkat yang lebih
sulit.
Para guru juga harus memikirkan bagaimana cara mengajar yang
menyenangkan dan mudah dipahami para pelajar. Para guru harus memikirkan
bagaimana metode belajar yang bisa membuat setiap pelajar merasa senang
dan menyukai guru tersebut. Setiap pelajar pun mempunyai kemampuan yang
berbeda-beda dalam menyerap materi-materi yang diajarkan. Untuk itu,
perlu kesabaran dari para guru dalam mengajarkan para pelajar yang
memiliki berbagai macam perbedaan tersebut. Dekati dan ajaklah mereka
untuk berpartisipasi dalam setiap materi yang sedang diajarkan secara
bergilir dan jangan hanya melibatkan anak yang terlihat pintar saja,
buatlah matematika menjadi pelajaran yang menarik untuk mereka.
Harapan saya semoga kemampuan pelajar Indonesia di bidang matematika
semakin meningkat dan lebih banyak yang menyukainya dibanding yang
menganggap bahwa matematika itu pelajaran yang sulit. Saya juga berharap
para guru, orang tua dan para pelajar itu sendiri bersama-sama
berpartisipasi dalam kemajuan pendidikan Indonesia, terutama di bidang
matematika. Saya pun sebagai mahasiswi yang berada di jurusan Pendidikan
Guru Sekolah Dasar, akan berusaha mewujudkan cita-cita saya sebagai
guru sekolah dasar untuk mengajarkan pelajaran matematika kepada para
pelajar Indonesia mulai dari usia dini, yaitu dengan menjadi guru
sekolah dasar. HIDUP PENDIDIKAN INDONESIA!
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rahayulala/mengapa-matematika-dianggap-sulit_54f677b4a33311e6048b4d86
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rahayulala/mengapa-matematika-dianggap-sulit_54f677b4a33311e6048b4d86
FILSAFAT DAN SEJARAH MATEMATIKA 02/05/2011
FILSAFAT DAN SEJARAH MATEMATIKA I. Definisi matematika
Kata "matematika" berasal dari bahasa Yunani Kuno “μάθημα (máthēma)”,
yang berarti pengkajian, pembelajaran, ilmu, yang ruang lingkupnya
menyempit, dan arti teknisnya menjadi "pengkajian matematika", yaitu
studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan.bahkan demikian juga pada zaman kuno. Kata sifatnya adalah “μαθηματικός (mathēmatikós)”, berkaitan dengan pengkajian, atau tekun belajar, yang lebih jauhnya berarti matematis. Secara khusus, “μαθηματικὴ τέχνη (mathēmatikḗ tékhnē)”, di dalam bahasa Latin ars mathematica, berarti seni matematika.
Pengertian istilah matematika dan beberapa deskripsi yang diuraikan para ahli berikut, di antaranya:
● Romberg mengarahkan hasil penelaahannya tentang matematika kepada tiga sasaran utama :
1. para sosiolog, psikolog, pelaksana administrasi sekolah
dan penyusun kurikulum memandang bahwa matematika merupakan ilmu statis
dengan disipilin yang ketat.
2. selama kurun waktu
dua dekade terakhir ini, matematika dipandang sebagai suatu usaha atau
kajian ulang terhadap matematika itu sendiri. Kajian tersebut berkaitan
dengan apa itu matematika, bagaimana cara kerja para matematikawan, dan
bagaimana mempopulerkan matematika.
3. matematika
juga dipandang sebagai suatu bahasa, struktur logika, batang tubuh dari
bilangan dan ruang, rangkaian metode untuk menarik kesimpulan, esensi
ilmu terhadap dunia fisik, dan sebagai aktivitas intelektual. (Jackson,
1992:750). ● Dienes mengatakan bahwa
matematika adalah ilmu seni kreatif. Oleh karena itu, matematika harus
dipelajari dan diajarkan sebagai ilmu seni. (Ruseffendi, 1988:160). ● Bourne memahami
matematika sebagai konstruktivisme sosial dengan penekanannya pada
knowing how, yaitu pebelajar dipandang sebagai makhluk yang aktif dalam
mengkonstruksi ilmu pengetahuan dengan cara berinteraksi dengan
lingkungannya. Hal ini berbeda dengan pengertian knowing that yang
dianut oleh kaum absoluitis, di mana pebelajar dipandang sebagai mahluk
yang pasif dan seenaknya dapat diisi informasi dari tindakan hingga
tujuan. (Romberg, T.A. 1992: 752). Kitcher
lebih memfokuskan perhatiannya kepada komponen dalam kegiatan
matematika. (Jackson, 1992:753). Dia mengklaim bahwa matematika terdiri
atas komponen-komponen:
1) Bahasa (language) yang dijalankan oleh para matematikawan,
2) Pernyataan (statements) yang digunakan oleh para matematikawan,
3) Pertanyaan (questions) penting yang hingga saat ini belum terpecahkan,
4) Alasan (reasonings) yang digunakan untuk menjelaskan pernyataan, dan
5) Ide matematika itu sendiri. Bahkan secara lebih luas matematika dipandang sebagai the science of pattern.
Sejalan dengan kedua pandangan di atas, Sujono
(1988:5) mengemukakan beberapa pengertian matematika. Di antaranya,
matematika diartikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan
terorganisasi secara sistematik. Selain itu, matematika merupakan ilmu
pengetahuan tentang penalaran yang logik dan masalah yang berhubungan
dengan bilangan. Bahkan dia mengartikan matematika sebagai ilmu bantu
dalam menginterpretasikan berbagai ide dan kesimpulan.
Sedangkan orang Arab,
menyebut matematika dengan ‘ilmu al-hisab yang berarti ilmu berhitung.
Di Indonesia, matematika disebut dengan ilmu pasti dan ilmu hitung.
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
matematika didefinisikan sebagai ilmu tentang bilangan, hubungan antara
bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian
masalah mengenai bilangan. (Hasan Alwi, 2002:723) I.1 Ciri-ciri Matematika Newman melihat tiga ciri utama matematika, yaitu;
1) matematika disajikan dalam pola yang lebih ketat,
2) matematika berkembang dan digunakan lebih luas dari pada ilmu-ilmu lain, dan
3) matematika lebih terkonsentrasi pada konsep. (Jackson, 1992:755). I.2 Karakteristik Matematika 1. Memiliki obyek yang abstrak
Obyek dasar matematika adalah abstrak dan disebut obyek mental, obyek pikiran yaitu :
a. Fakta
Berupa konvensi-konvensi yang di ungkap dengan simbol tertentu.
Contoh :
- ”2” dipahami sebagai bilangan ”doa”
- ”5-2” dipahami sebagai ”lima kurang dua”
- ”//” bermakna ”sejajar” dan lain-lain
b. Konsep
Konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk menggolongkan
sejumlah obyek. Apakah obyek tertentu merupakan konsep atau bukan.
c. Operasi
- Operasi adalah pengerjaan hitung, pengerjaan aljabar, dan pengerjaan matematika yang lain.
- Operasi adalah suatu relasi khusus karena operasi adalah aturan
untuk memperoleh elemen tunggal dari satu atau lebih elemen yang
diketahui
- Operasi unair, operasi biner dll
d. Prinsip
- Prinsip adalah obyek matemática yang komplek. Prinsip dapat terdiri
dari beberapa fakta, beberapa konsep, yang dikaitkan oleh suatu relasi /
operasi
- Prinsip adalah hubungan antara berbagai obyek dasar matemática. Prinsip dapat berupa axioma , teorema, sifat dll
- Skill adalah Prosegur atau suatu kumpulan aturan-aturan yang digunakan untuk menyelesaikan soal matemática 2. Bertumpu pada kesepakatan
Kesepakatan yang amat mendasar adalah axioma dan konsep primitif .
Aksioma disebut juga postulat adalah pernyataan pangkal yang tidak perlu
di buktikan . Konsep primitif disebut juga undefined term adalah
pengertian pangkal yang tidak perlu di definisikan. 3. Berpola pikir deduktif
Kebenaran suatu konsep atau pernyataan yang diperoleh sebagai akibat
logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan Antar konsep atau
pernyataan dalam matemática bersifat konsisten. Proses pembuktian secara
deduktif akan melibatkan teori atau rumus matemática lainnya yang
sebelumnya sudah di buktikan kebenarannya secara deduktif juga. 4. Memiliki simbol yang kosong dari arti
Contoh : Model persamaan ”x+y=z” belum tentu bermakna bilangan, makna
huruf atau tanda itu tergantung dari permasalahan yang mengakibatkan
terbentuknya model itu. 5. Memperhatikan semesta pembicaraan
Bila semesta pembicaraannya adalah bilangan maka simbol-simbol diarikan bilangan.
contohnya: jika kita bicara di ruang lingkup vektor a+vektor b =vektor
c maka huruf-huruf yang digunakan bukan berarti bilangan tetapi harus
di artikan sebagai vektor 6. Konsisten dalam sistemnya
Dalam matematika terdapat banyak sistem. Satu dengan yang lain bisa saling berkaitan tetapi juga bisa saling lepas. I.3 Sistem-sistem matematika
- Sistem-sistem aljabar : sistem aksioma dari grup , sistem aksioma dari ring , sistem aksioma dari field, dsb.
- Sistem-sistem geometri : sistem geometri netral, sistem geometri Euclides , sistem geometri non Euclides .
Di dalam masing-masing sistem dan struktur itu terdapat konsistensi. II. Sejarah Matematika
Sebelum zaman modern dan pengetahuan yang tersebar global,
contoh-contoh tertulis dari pembangunan matematika yang baru telah
mencapai kemilaunya hanya di beberapa tempat. Tulisan matematika terkuno
yang pernah ditemukan adalah Plimpton 322 (Matematika Babilonia yang
berangka tahun 1900 SM), Lembaran Matematika Moskow (Matematika Mesir
yang berangka tahun 1850 SM), Lembaran Matematika Rhind (Matematika
Mesir yang berangka tahun 1650 SM), dan Shulba Sutra (Matematika India
yang berangka tahun 800 SM). Semua tulisan yang bersangkutan memusatkan
perhatian kepada apa yang biasa dikenal sebagai Teorema Pythagoras, yang
kelihatannya sebagai hasil pembangunan matematika yang paling kuno dan
tersebar luas setelah aritmetika dasar dan geometri. II.1 Periode Matematika.
Ditinjau dari perkembangannya kemajuan matematika terbagi menjadi dua periode atau waktu.
Yang pertama membagi skala waktu kedalam tiga periode :
- Dahulu (... sampai 1673)
ciri khasnya adalah empiris, mendasarkan pada pengalaman (indera) hidup manusia.
Matematika, menurut catatan sejarah, telah lahir sejak jaman Mesir
Kuno, kira-kira lima ribu tahun yang lalu. ● Pada 4000 tahun yang
lampau: Bangsa Babilonia telah menggunakan geometri sebagai basis
perhitungan astronomis, bangsa Mesir telah mengenal ‘tripel Pythagoras’
dan menggunakannya untuk membuat sudut siku. ● Pada 3000 tahun yang
lalu : sifat-sifat segitiga siku-siku juga telah dikenal oleh bangsa
Cina.
● Pada 2500 tahun yang lampau: Bangsa Yunani Kuno-lah yang
telah mengembangkan matematika secara sistematis sebagai ilmu. - Dalil
pertama tentang segitiga siku-siku dalam lingkaran dibuktikan oleh
Thales (625-547 SM) - Dalil tentang ketiga sisi segitiga siku-siku
dibuktikan oleh Pythagoras (580-496 SM). - Eudoxus (405-355 SM) -
Euclid (330-275 SM), khususnya, menulis lima belas jilid buku geometri
berjudul Elements, yang menjadi standar buku matematika hingga sekarang.
- Archimedes (287-212 SM), menulis buku The Method dan terkenal dengan
teriakannya Eureka! - Hipparcus (147-127
SM).
- Pertengahan (1638 sampai 1800)
Periode "pertengahan" mulai dengan analisis (Descartes, Newton, Leibniz, Galileo),
- Sekarang (1821 sampai sekarang)
Periode "sekarang" ciri khasnya adalah metode abstraksi dan generalisasi.
Yang kedua membagi skala waktu dibagi menjadi 7 periode :
- Babilonia dan Mesir kuno.
- Yunani (600 sampai 300 SM)
- Masyarakat Timur Tengah (sebagian sebelum dan sebagian lagi sesudah periode2)
- Eropa pada masa Renaisance (1500 sampai 1600)
- Abad 17 dan 18, Descartes menemukan geometri analitik, proyektif, dan diferensial
- Abad 19, tumbuhnya metode postulatsional atau metode aksiomatis. Pemunculan metode ini dipandang sebagai fajar menyingsing perkembangan matematika.
- Abad 20, perkembangan aritmetika makin abstrak dan tergeneralisasi. Perkembangannya mengacu pada aljabar dan analisis guna lebih "mengeraskan" aritmetika.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar